10 Film Menarik yang Berlatar Belakang Jakarta

7 April 2015

Kamu yang mengaku sebagai orang Indonesia tentu mengenal dengan indah kota metropolitan, Jakarta. Sangat banyak sebutan atau pepatah tentang Jakarta, bahkan ada yang bilang jika “Ibukota jauh lebih kejam daripada permulaan tiri. ”

Gemerlap silam, perbedaan dan kerasnya Jakarta mungkin bagi sebagian raksasa orang sudah dirasakannya sendiri. Tapi bagi mereka yang belum pernah mengadu nasib ke ibukota, film beserta background Jakarta dijadikan serupa acuan. Meskipun sifatnya palsu, beberapa film nyatanya benar-benar menghadirkan gemerlap dunia malam dan rutinitas warga ibukota. nonton bioskop xxi

Daftar 10 Film Beserta Background Jakarta

Pra mengadu nasib ke Ibukota, Jakarta hal pertama yang wajib kamu lakukan ialah mengenal seluk beluk mengenai kota tersebut. Beberapa film berikut mungkin bisa jadi alat dan media pendedahan yang mudah:

  1. Cek Toko Sebelah (2016)

Cek Toko Sebelah
Film garapan Ernest Prakasa ini menyediakan alur cerita yang beda dengan genre komedi yang kental. Cek Toko Sisi berhasil masuk dalam berbagai nominasi bahkan memenangkan nominasi Film Bioskop Terpuji dalam Festival Film Bandung.

Menceritakan tentang keluarga etnis Tionghoa, seorang ayah dan dua anak laki-laki. Dalam cerita, kedua anak mempunyai pencahanan yang luar biasa bertentangan. Yohan (Dion Wiyoko) ialah fotografer freelance yang memiliki masa lalu kelam, kehidupan bersama Ayu (Adinia Wirasti) istrinya yang setia. Sang adik, Erwin (Ernest Prakasa) memiliki hidup yang lebih baik dan kekasih menawan. Perjalanan hidup kakak & adik ini mulai terhalang ketika sang ayah terserang penyakit.

  1. Surah Untuk Jakarta (2016)

Beda dari film sebelumnya, film Surat Untuk Jakarta merupakan film animasi superpendek dengan durasi dua menit. Meskipun dibuat sangat singkat, film ini sepertinya berhasil menarik perhatian penuh orang dan meraih Piala Citra sebagai Film Animasi Terbaik FFI 2016.

Film garapan Aditya Prabaswara, Andre Sugianti dan Ardhira Anugrah Putra ini mengisahkan tentang rutinitas harian masyarakat Jakarta. Film Surat Untuk Jakarta pada awalnya sengaja terbuat sebagai bentuk penghormatan ataupun gift terhadap hari oleh karena itu Kota Jakarta yang ke-489.

  1. Blackhat (2015)

Merupakan cela satu film Hollywood yang proses pengambilan gambarnya dilakukan di berbagai negara dikategorikan di Jakarta. Saat syuting di ibukota, film tersebut mengambil cukup banyak visualisasi dari trademark kota Jakarta dan Indonesia.

Blackhat menceritakan tentang petualangan Nicholas Hathaway (Chris Hemsworth) memburu hacker. Film ini tidak cuma menampilkan adegan action yang memacu adrenalin tapi turut menunjukkan alur cerita yang menarik.

  1. Jalanan (2013)

Film ini banyak menceritakan tentang kisah kehidupan dari 3 pengamen muda di ibukota. Boni, Titi dan Ho merupakan tiga pengamen muda yang terpinggirkan. Perjalanan muncul mereka yang sulit dan keras di Jakata digambarkan tanpa rekayasa.

Dengan versi orisinil gubahan trio musisi tersebut, film Jalanan membuka sisi manis dan kelam dari kehidupan anak yuana yang berada di kaki gunung kendali globalisasi dan kelanjutan kemajuan, kronologi, pertambahan, pertumbuhan, perubahan, perurutan, urut-urutan, kota metropolitan.

  1. Selamat Pagi, Malam (2014)

Kisah beda tentang kota Jakarta selalu memikat untuk ditilik termasuk tatkala matahari terbit dan terbenam. Film Selamat Pagi, Malam mengisahkan tentang 3 perempuan unik dengan jalan hidup berbeda yang saling dipertemukan oleh takdir.

Gia (Adinia Wirasti) merasakan kehampaan ketika kembali pulang ke Jakarta pasca menetap lama di New York. Indri (Ina Panggabean) bekerja sebagai sundal bolong handuk di sebuah gym yang bermimpi bertemu dan menikah dengan pria sugih yang ditemukannya dari website chatting di smartphone. Ci Surya (Dayu Wijanto) adalah ibu rumah tangga yang merasa kesepian ketika ditinggal mati suaminya yang ternyata memiliki wanita idaman unik.

  1. Sanubari Jakarta (2012)

Dari semua film bertema Jakarta yang telah disebutkan di atas, konsepnya mungkin tidak ada yang seunik film Sanubari Jakarta. film tersebut mengisahkan tentang kisah roman yang terjadi di tataran kaum urban kota Jakarta.

Kamu tidak hanya disuguhi dengan 1-2 pemeran yang utama melainkan banyak. Mengapa demikian? karena film berdurasi 100 menit ini memiliki 10 kisah berbeda, di mana masing-masing kisahnya digarap sambil 10 sutradara berbeda. Jika dalam keseharian kamu lebih suka membaca cerpen oleh karena itu kamu akan sangat menyenangi Film Sanubari Jakarta itu. lotte shopping avenue

  1. Belkibolang (2011)

Konsep film itu hampir sama dengan film Sanubari Jakarta, di mana dalam satu film terjumpa 9 cerita tentang kisah dua anak manusia yang terjadi di ibukota ketika malam hari. Dan tentu seperti film Sanubari Jakarta, Belkibolang turut disutradarai dengan 9 sutradara yang bertentangan. Sehingga kisah cinta yang ditampilkan pun lebih berwarna. Setelah kamu menyelesaikan merenung film Sanubari Jakarta, cepat lanjutkan dengan menyaksikan Belkibolang ini.

  1. Jakarta Maghrib (2010)

Film ini menggunakan saat Maghrib sebagai timeline specialnya. Jadi sebagian besar film memang menjadikan waktu maghrib sebagai latar cerita. Pada umumnya, maghrib dikaitkan beserta fenomena religius. Tapi film Jakarta Maghrib berusaha menampilkan kesan yang lain tentang Maghrib khususnya bagi masyarakat urban Jakarta.

Film Jakarta Maghrib terbagi dalam 5 segmen utama dan 1 segmen penutup. Tiap irisan menceritakan kisah unik daripada karakter tokoh yang tidak sama. Yang selanjutnya akan dipertemukan dalam satu segmen selesai yang diberi nama Ba’da. Secara tidak langsung film produksi PT. Kharisma Starvision Plus ini ingin mengantarkan kisah menarik dari tiap-tiap orang dengan maghrib yang berbeda di ibukota.

  1. Naga Bonar Oleh sebab itu 2 (2007)

Merupakan film sekuel daripada Naga Bonar. Film tersebut menceritakan tentang hubungan yang terjalin antara Nagabonar serta Bonaga dalam nuansa roh urban Jakarta. Bonaga (Tora Sudiro) adalah pengusaha sukses. Sedangkan Nagabonar (Deddy Mizwar) merupakan ayah dari Bonaga.

Konflik mulai meruncing tatkala Bonaga mendapatkan proyek resort yang ternyata mengincar ladang perkebunan sawit miliki Nagabonar. Film ini tidak seharga menceritakan kisah pengorbanan dan kisah cinta antara rama dan anak. Tapi turut menceritakan tentang nilai-nilai perlawanan dari cara pandang antara dua karakter tokoh yang berbeda.

  1. Jakarta Undercover (2006)

Film ini mengisahkan tentang Vikitra (Luna Maya) seorang penari yang melarikan muncul ke Jakarta bersama adiknya, Ara setelah tidak terencana membunuh ayahnya. Kisah perjalanan mereka yang tidak gampang semakin kelam saat Ara melihat aksi pembunuhan Haryo (Lukman Sardi) bersama teman-temannya. Di sisi lain, Viki bertemu dan berteman dengan Amanda (Fachri Albar) seorang waria penari striptis. Untuk melindungi Ara dan dirinya sendiri, Viki harus balik melarikan diri hingga tanpa disadarinya dia semakin jatuh tenggelam dalam gelapnya kehidupan di kota metropolitan.

Demikianlah rangkuman film Indonesia beserta latar belakang kota Jakarta. Hampir sebagian besar makalah film di atas mungkin sebelumnya sudah pernah kamu tonton karena memang sangat populer di masa penayangannya.

Dan sebagian lainnya, barangkali baru kamu ketahui hari ini. Tapi bukan oleh karena itu masalah, kamu masih bisa menyaksikan acting memukau daripada para aktris dan actor Indonesia di film-film menarik dengan kearifan Jakarta.

 

Deskripsi : Beberapa film berikut mengambil latar belakang Jakarta dengan menghadirkan gemerlap jagat malam dan rutinitas warga ibukota.